banner 468x60

Faktor kepadatan penduduk dan kondisi lingkungan mendukung berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Foto : republikaKampusiana—Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Prof Eggi Arguni, mengatakan bahwa kelompok usia anak masih menjadi kelompok paling rentan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus terbanyak di Indonesia masih didominasi oleh usia anak, terutama di bawah 10 tahun.“Peningkatan jumlah penderita demam berdarah ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu sistem kekebalan tubuh anak yang belum sempurna, serta tingginya kemungkinan paparan di lingkungan sekolah dan rumah. Selain itu, ia juga mengatakan bayi rentan terkena DBD karena adanya antibodi dari ibu yang bisa menyebabkan reaksi lebih berat saat terinfeksi virus dengue,” papar Eggi, di Yogyakarta, Senin (06/10/2025).Menurut Eggi, kasus DBD kini sudah merata di seluruh Indonesia. Namun, tingkat endemisitas tinggi terutama ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, dan Medan. Faktornya karena kepadatan penduduk dan kondisi lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

Petugas mengevakuasi jenazah korban runtuhnya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). Hingga Senin (6/10) pukul 10.00 WIB, DVI Polda Jawa Timur menerima 50 kantong berisi jenazah korban serta 5 kantong berisi body part dan 10 di antaranya telah teridentifikasi serta telah diserahkan ke pihak keluarga. 

Jakarta, CNN Indonesia —
Total korban meninggal dunia pada hari kedelapan proses evakuasi runtuhnya Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, mencapai 59 orang.
Enam di antaranya ditemukan dalam kondisi tidak utuh, berupa potongan tubuh, pada Senin (6/10).
Hari ini, petugas gabungan telah mengevakuasi lima jenazah dari bagian belakang reruntuhan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim.
Proses evakuasi masih terus berlangsung dengan fokus pembersihan puing di sisi utara, yang tidak terintegrasi dengan struktur utama bangunan.
Sedangkan yang belum ditemukan diperkirakan berjumlah 4 orang.
Jumlah itu masih akan bisa berubah karena potongan tubuh yang dievakuasi masih belum bisa teridentifikasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.