Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

by -7 Views

Membangun gudang bukan sekadar mendirikan bangunan beratap luas. Di dalamnya ada beban barang, pergerakan forklift, getaran, bahkan potensi penambahan rak atau mezzanine di masa depan.

Di sinilah Besi UNP sering digunakan sebagai balok anak, rangka sekunder, hingga struktur pendukung atap.

Masalahnya, banyak proyek memilih ukuran UNP hanya berdasarkan harga bukan berdasarkan kebutuhan struktur. Dan ketika salah ukuran, risikonya bukan sekadar retak kecil. Bisa berdampak ke keseluruhan sistem rangka.

Kalau Anda sedang merencanakan atau membangun gudang, baca ini sampai selesai.

Kenapa Besi UNP Sering Dipakai untuk Gudang?

UNP (U-Channel) memiliki bentuk profil U yang:

1. Kuat menahan beban vertikal

2. Stabil untuk balok pengikat

3. Cocok untuk rangka sekunder

4. Mudah dipasang dan dilas

Karena fleksibel, UNP sering dipakai untuk:

1. Gording tambahan

2. Dudukan mezzanine

3. Rangka platform

4.Pengikat struktur utama

Namun fleksibel bukan berarti semua ukuran cocok untuk semua kebutuhan.

Risiko Besar Jika Salah Ukuran UNP

1. Balok Melendut di Tengah Bentang

Ini paling sering terjadi.

Menggunakan UNP 80 atau 100 untuk bentang yang seharusnya memakai 125 atau 150 bisa menyebabkan lendutan perlahan. Awalnya tidak terlihat. Tapi setelah gudang mulai terisi barang berat, struktur mulai menunjukkan gejala turun.

Lendutan kecil yang dibiarkan bisa memicu tekanan tidak merata pada sambungan.

2. Sambungan Cepat Retak

UNP yang bekerja melebihi kapasitasnya akan memberikan tekanan ekstra pada titik las dan baut. Dalam beberapa bulan, sambungan mulai retak.

Masalah ini sering muncul di gudang dengan aktivitas tinggi atau getaran mesin.

3. Tidak Siap untuk Ekspansi

Banyak pemilik gudang lupa satu hal: gudang hampir selalu berkembang.

Hari ini hanya penyimpanan ringan. Tahun depan bisa jadi ditambah rak tinggi atau mezzanine.

Jika dari awal menggunakan UNP dengan spesifikasi minimal, struktur tidak punya ruang aman untuk peningkatan beban.

Kesalahan Umum Saat Memilih Besi UNP

Beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan:

1. Hanya melihat tinggi profil tanpa memperhatikan ketebalan

2. Tidak menghitung beban dinamis (forklift, aktivitas bongkar muat)

3. Mengabaikan panjang bentang

4. Membeli dari supplier tanpa kepastian spesifikasi

Padahal dalam konstruksi, selisih ketebalan beberapa milimeter saja bisa memengaruhi daya tahan jangka panjang.

Bagaimana Cara Memastikan Ukuran UNP Tepat?

Sebelum membeli, pastikan:

1. Hitung bentang aktual tanpa kolom tengah

2. Perkirakan beban maksimum (bukan rata-rata)

3. Pertimbangkan kemungkinan ekspansi

4. Pastikan berat dan ketebalan sesuai standar

Di sinilah pentingnya bekerja sama dengan supplier yang tidak hanya menjual, tetapi juga memahami kebutuhan proyek.

Kenapa Banyak Proyek Gudang di Semarang Lebih Selektif Soal Supplier?

Karena kesalahan material bukan hanya soal biaya tambahan. Tapi soal reputasi dan keamanan jangka panjang.

Untuk kebutuhan Besi UNP berbagai ukuran (80, 100, 125, 150, dan lainnya), banyak kontraktor dan pelaku industri di Semarang mempercayakan pengadaan material pada Material Inovasi Industri.

Alasannya sederhana:

1. Spesifikasi jelas dan transparan

2. Ukuran lengkap untuk berbagai kebutuhan gudang

3. Stok stabil untuk proyek skala besar

4. Bisa bantu rekomendasi sesuai bentang dan fungsi bangunan

Pendekatan ini membantu meminimalkan risiko salah pilih ukuran sejak awal.

Jangan Tunggu Sampai Struktur Bermasalah

Perbaikan struktur gudang jauh lebih mahal dibanding memastikan spesifikasi tepat dari awal.

Jika Anda sedang menghitung kebutuhan UNP untuk gudang baru atau renovasi, pastikan Anda tidak hanya mengejar harga, tetapi juga keamanan jangka panjang.

Karena dalam konstruksi gudang, satu keputusan kecil hari ini bisa menentukan apakah bangunan Anda tetap kokoh 10–20 tahun ke depan atau mulai bermasalah dalam waktu singkat.

Pastikan Besi UNP yang Anda gunakan benar-benar sesuai kebutuhan proyek Anda.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES