BINUS University Kampus Bekasi menjadi tuan rumah
penyelenggaraan Research Roadmap Session Living Lab Greening Corridors
Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL), sebuah forum kolaboratif internasional
yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemerintah dari Indonesia dan
Belanda dalam rangka merumuskan peta jalan riset bersama di bidang logistik
berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama Triple
Helix antara perguruan tinggi, sektor industri, dan institusi pemerintah
untuk mendorong inovasi di sektor logistik melalui pendekatan living lab,
yaitu riset yang dilakukan langsung pada konteks dunia nyata dengan melibatkan
para pemangku kepentingan.
Acara dibuka dengan sambutan dari BINUS University,
dilanjutkan dengan keynote speech dari Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN) serta HAN University of Applied Sciences, Belanda. Dalam paparannya,
BRIN menekankan pentingnya penerapan green logistics sebagai respons
terhadap tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi karbon di
Indonesia, yang mencapai sekitar 19,2% dari total emisi nasional. Praktik
logistik hijau dinilai krusial untuk mendukung pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and
Production) dan SDG 13 (Climate Action).
Sementara itu, perwakilan dari HAN University of Applied
Sciences, Erik van Zanten, memaparkan peluang pendanaan riset dari skema
EU–ASEAN yang mendukung model kolaborasi Triple Helix, khususnya pada
bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET). Skema ini
membuka peluang pendanaan hingga €180.000 untuk proyek-proyek riset terapan
yang berfokus pada infrastruktur logistik, green logistics, dan smart
logistics.
Melalui sesi project mapping dan diskusi kelompok,
para peserta merumuskan tiga grand themes utama, yaitu Infrastructure
Optimization, Green Logistics, dan Smart Logistics. Ketiga
tema ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan riset kolaboratif selama tiga
tahun ke depan (2026–2028), dengan fokus pada isu-isu utama seperti tingginya
biaya logistik nasional, rendahnya adopsi teknologi, fragmentasi rantai pasok,
serta tantangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan signing
ceremony sebagai simbol komitmen para anggota konsorsium LLGCI-NL dalam
mengimplementasikan peta jalan riset yang telah disepakati bersama. Kegiatan
ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset
logistik berkelanjutan serta meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia
di tingkat global.
Dengan pendekatan living lab, LLGCI-NL tidak hanya
berfokus pada pengembangan riset, tetapi juga pada pelibatan aktif mahasiswa
melalui tesis, magang, studi kasus, dan proyek terapan, sehingga mampu
menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri secara
nyata.
Tentang LLGCI-NL
Living Lab Greening Corridors Indonesia–Netherlands (LLGCI-NL) merupakan
inisiatif kolaboratif internasional yang bertujuan mengembangkan solusi
inovatif di bidang logistik berkelanjutan melalui kerja sama antara
universitas, industri, dan pemerintah di Indonesia dan Belanda. Inisiatif ini
berfokus pada penguatan infrastruktur logistik, transisi energi, digitalisasi,
serta pengurangan emisi karbon dalam rantai pasok. Inisiatif ini digaungi oleh
empat founding fathers yaitu Binus University melalui Business
Management program di kampus Binus @Bekasi, HAN University of Applied Sciences,
Belanda, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Cikarang Dry Port. Berbagai
institusi pendidikan, pemerintah serta industri telah bergabung sebagai anggota
dari living lab ini demi memajukan rantai pasok berkelanjutan di
Indonesia.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES