Komandan Pasmar 2 Mayjen (Mar) Oni Junianto.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Surabaya menymapikan, investigasi insiden peluru nyasar yang menimpa dua siswa SMPN 33 Gresik, Provinsi Jawa Timur difokuskan pada uji teknis. Selain itu, dilibatkan ahli dan jalinan komunikasi dengan korban guna memastikan penanganan berjalan transparan dan berkeadilan.
“Ya ini kan sekarang sudah diperiksa ya. Ada 119 yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa ya dan nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu,” kata Komandan Pasmar 2 Mayjen (Mar) Oni Junianto di Kota Surabaya, Ahad (12/4/2026).
Dia menjelaskan, penanganan terhadap korban terus dilakukan sejak awal kejadian. Bahkan, Pasmar 2 Surabaya membantu perawatan, kontrol, dan santunan kepada salah satu korban.
“Ya bahwa perkembangan tentang peluru nyasar ini ya, kami sudah melakukan mulai dari awal pengobatan dan perawatan. Kemudian ada dua korban itu yang satu dari Octo ini ibunya sudah menerima semua perawatan, kontrol dan santunan,” ujar Oni.
Menurut Oni, komunikasi dengan korban lainnya masih diupayakan untuk memastikan penyelesaian yang baik.”“Cuma ini Bu Dewi ini yang belum kita ketemu. Namun, kami tetap terbuka untuk peluang komunikasi ya,” kata mantan Wadan Paspampres tersebut.
Oni menjelaskan, uji balistik akan diperkuat dengan data teknis dari PT Pindad (Persero) agar hasil analisis akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Nah, nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta ya untuk memperkuat uji tersebut sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan betul-betul nanti akurat gitu,” tuturnya.
sumber : Antara
