
DPRD Jatim minta pemprov siapkan solusi permanen atasi kekeringan.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendesak pemerintah provinsi untuk menyiapkan solusi permanen dalam mengatasi masalah kekeringan yang selalu terjadi setiap tahun. Pernyataan ini disampaikan di Surabaya pada Rabu.
Puguh mengusulkan beberapa langkah konkret yang dapat diambil pemerintah, termasuk pembangunan sumur bawah tanah atau sumur artesis di area yang rawan kekeringan. Meski memerlukan anggaran besar, ia menilai ini adalah investasi penting untuk menjamin ketersediaan air bersih.
Selain itu, penguatan infrastruktur pipanisasi air juga diusulkan sebagai solusi efektif, terutama di daerah yang memiliki sumber mata air tetapi belum terdistribusi dengan baik. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan pentingnya mitigasi di sektor pertanian untuk menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah ketidakpastian global saat ini.
Puguh mendorong adanya sinergi lintas instansi di lingkungan Pemprov Jawa Timur guna mengantisipasi dampak kemarau panjang secara komprehensif. Dengan langkah mitigasi yang tepat dan kebijakan yang berkelanjutan, diharapkan Jawa Timur tidak lagi menghadapi “drama tahunan” kekeringan yang selama ini meresahkan masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Maret hingga April merupakan masa pancaroba. Pada Mei, sekitar 56,9 persen wilayah Jawa Timur mulai memasuki musim kemarau, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026 yang mencakup 70,9 persen wilayah. Kondisi ini berpotensi memicu kekeringan di ratusan desa, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber air.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara









