Halo Robotics Rilis Panduan Pemilihan Drone Kargo: FlyCart 100 dan FlyCart 30

by -31 Views

Penggunaan drone kargo di sektor industri semakin berkembang seiring kebutuhan distribusi logistik di area terpencil dan sulit dijangkau.

Teknologi ini mulai digunakan pada operasional tambang, proyek infrastruktur, fasilitas energi, hingga situasi tanggap darurat.

Halo Robotics merangkum perbandingan dua sistem drone kargo heavy-lift dari DJI, yaitu FlyCart 100 dan FlyCart 30, sebagai referensi dalam menentukan solusi logistik udara sesuai kebutuhan operasional.

Kapasitas Angkut dan Skala Penggunaan

Perbedaan utama kedua sistem terletak pada kapasitas muatan serta target penggunaan di lapangan.

FlyCart 30 memiliki kapasitas hingga sekitar 30 kg dan digunakan untuk distribusi ringan seperti dokumen, tools kecil, serta kebutuhan operasional harian.

FlyCart 100 mampu membawa hingga 85 kg dengan konfigurasi dual battery sehingga lebih sesuai untuk pengiriman peralatan berat dan logistik industri skala besar.

Sistem Keamanan Penerbangan

FlyCart 100 dilengkapi sistem keamanan multi-sensor meliputi LiDAR terrain awareness, radar 360°, penta-vision system, parasut terintegrasi, serta redundant flight system. Kombinasi sensor tersebut membantu menjaga stabilitas penerbangan pada lingkungan kompleks seperti pegunungan, area konstruksi padat, maupun lokasi dengan hambatan udara tinggi.

Penggunaan di Industri Tambang

Pada operasional pertambangan, FlyCart 30 digunakan untuk pengiriman dokumen antar site, spare part kecil, dan logistik ringan.

FlyCart 100 digunakan untuk pengiriman komponen besar, peralatan maintenance berat, serta distribusi logistik medis darurat antar area kerja.

Perwakilan industri tambang menyampaikan bahwa penggunaan sistem heavy-lift mampu menurunkan waktu pengiriman dan membantu menjaga kelangsungan operasional di area yang berjauhan.

Infrastruktur dan Jaringan Transmisi Listrik

Pada proyek pembangunan jaringan listrik di area tanpa akses jalan, drone kargo menjadi alternatif distribusi material.

FlyCart 30 digunakan untuk membawa kabel ringan dan alat ukur, sementara FlyCart 100 mampu mengangkut kabel berukuran besar serta perangkat instalasi dalam satu penerbangan.

Operasi Tanggap Darurat

Dalam situasi bencana, drone kargo memungkinkan pengiriman cepat makanan, obat-obatan, pompa air, dan perlengkapan medis ke wilayah terisolasi. Pengiriman tanpa jalur darat dapat mempercepat respon awal sekaligus mengurangi risiko personel lapangan.

Operasional Offshore

Pada fasilitas offshore, biaya transportasi kapal menjadi faktor utama efisiensi. FlyCart 30 digunakan untuk pengiriman dokumen dan spare part kecil antar platform, dan FlyCart 100 digunakan untuk pengiriman peralatan pemeliharaan berat serta logistik dari darat ke platform tanpa awak.

Potensi Logistik Jarak Menengah

Untuk radius sekitar 8 hingga 20 km dari hub logistik, drone kargo mulai relevan digunakan untuk distribusi antar fasilitas operasional yang sebelumnya bergantung pada transportasi darat dengan waktu tempuh panjang.

Dukungan Operasi Strategis

Pada operasi keamanan dan dukungan strategis, drone kargo digunakan untuk distribusi peralatan ringan hingga suplai darurat dan logistik medis dengan tujuan mengurangi paparan risiko terhadap personel.

Penutup

Pemilihan drone kargo ditentukan oleh jenis muatan dan skala operasi. FlyCart 30 sesuai untuk distribusi ringan dan mobilitas cepat. FlyCart 100 sesuai untuk kebutuhan logistik berat lintas medan termasuk pertambangan besar, jaringan listrik, tanggap bencana, offshore, dan distribusi jarak menengah.

Pemanfaatan drone kargo menunjukkan perubahan pendekatan logistik industri menuju distribusi yang lebih cepat, aman, dan terukur terutama pada wilayah dengan keterbatasan akses transportasi konvensional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES