India dan Indonesia Memperkuat Kemitraan di Tengah Ketidakpastian Tatanan Global

by -10 Views
banner 468x60

JAKARTA — Hubungan India dan Indonesia semakin menunjukkan relevansi strategisnya di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Salah satu simbol paling nyata dari kemitraan ini adalah kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai Tamu Kehormatan pada Parade Hari Republik India tahun lalu atas undangan Perdana Menteri Narendra Modi. Di sepanjang Kartavya Path, New Delhi, kontingen defile dan marching band Indonesia yang berjumlah 352 personel turut ambil bagian, menandai pertama kalinya kontingen Indonesia tampil dalam perayaan hari nasional di luar negeri.

Momentum tersebut tidak sekadar bersifat seremonial. Kehadiran Presiden Prabowo menandai puncak peringatan 75 tahun hubungan diplomatik India–Indonesia sekaligus mengingatkan pada sejarah panjang kedua negara, ketika Presiden Sukarno menjadi Tamu Kehormatan pada Hari Republik India pertama tujuh dekade silam. Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS pada Januari 2025 semakin memperkuat dimensi strategis hubungan bilateral, terlebih saat India memegang Keketuaan BRICS pada 2026 dan bersiap menjadi tuan rumah KTT BRICS dengan tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

banner 336x280

Kemitraan Strategis dengan Relevansi Global

Satu tahun setelah kunjungan bersejarah tersebut, India dan Indonesia berada pada titik penting untuk merefleksikan capaian yang telah diraih sekaligus menegaskan kembali visi strategis yang disepakati para pemimpin kedua negara.

Sebagai dua negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, India dan Indonesia memiliki tanggung jawab yang melampaui kepentingan nasional semata. Pilihan kebijakan kedua negara berdampak tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi Global South, terutama di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik dan perubahan tatanan internasional. Dengan tradisi kemandirian strategis dan komitmen pada multipolaritas, kemitraan India–Indonesia tidak hanya melayani kepentingan bilateral, tetapi juga berperan sebagai kekuatan penyeimbang yang konstruktif bagi stabilitas global. Kerja sama yang semakin erat akan mengurangi ketergantungan eksternal dan memperkuat kedaulatan serta ketahanan strategis jangka panjang.

Agenda Reformasi dan Ketahanan Ekonomi Indonesia

Di tengah tekanan ekonomi global, termasuk fluktuasi investasi dan semakin seringnya kebijakan perdagangan digunakan sebagai instrumen geopolitik, India dan Indonesia tetap konsisten menjalankan agenda reformasi domestik. Salah satu tujuan bersama adalah memperkuat peran sektor manufaktur sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia telah meluncurkan sejumlah inisiatif reformasi yang bersifat strategis. Pembentukan Danantara menjadi langkah struktural penting dengan dampak jangka panjang terhadap tata kelola ekonomi. Program Makan Bergizi Gratis mulai menunjukkan manfaat sosial yang nyata, sementara pengembangan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Dalam waktu relatif singkat, Indonesia juga mencatat kemajuan menuju swasembada pangan dengan berkurangnya ketergantungan pada impor beras. Di sisi lain, penyelesaian sejumlah perjanjian perdagangan bebas dan upaya membongkar hambatan perdagangan artifisial mencerminkan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang semakin terbuka.

India menyambut baik peluang kemitraan dengan Indonesia dalam berbagai prioritas Asta Cita, khususnya di bidang ketahanan pangan dan transformasi digital.

Transformasi Ekonomi India yang Berkelanjutan

Di seberang Samudra Hindia, transformasi ekonomi India terus mengalami percepatan. Setelah membutuhkan enam dekade untuk mencapai PDB sebesar 1 triliun dolar AS, India berhasil melampaui angka 4 triliun dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 5 triliun dolar AS dalam dua tahun ke depan. India juga telah melampaui Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat dunia dan diperkirakan akan menyalip Jerman pada 2028.

Pencapaian ini didorong oleh reformasi struktural yang konsisten, investasi besar pada infrastruktur, perluasan ekonomi digital, serta penguatan sektor manufaktur, inovasi, startup, dan riset. Pengesahan Undang-Undang SHANTI membuka peluang baru dalam sektor energi, termasuk pemanfaatan energi nuklir melalui reaktor modular kecil dan peningkatan peran sektor swasta.

Pasar Modal sebagai Pilar Baru Kerja Sama Ekonomi

Selain perdagangan dan investasi langsung, pasar modal semakin menjadi pilar penting dalam penguatan hubungan ekonomi India–Indonesia. Kedua negara memiliki pasar modal yang dinamis, dengan basis investor domestik yang terus tumbuh dan meningkatnya minat investor global terhadap instrumen keuangan di Asia.

India telah membangun ekosistem pasar modal yang semakin dalam dan likuid, didukung oleh digitalisasi sistem perdagangan, peningkatan transparansi, serta penguatan regulasi. Pengalaman India dalam memperluas partisipasi investor ritel, mendorong pendalaman pasar obligasi, dan mengembangkan instrumen pembiayaan jangka panjang menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia.

Bagi Indonesia, reformasi sektor keuangan dan pasar modal berperan penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional, termasuk proyek infrastruktur, transisi energi, dan hilirisasi industri. Peningkatan kerja sama antara otoritas pasar modal, bursa efek, serta pelaku industri keuangan kedua negara membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan produk keuangan bersama, dan peningkatan arus investasi portofolio yang lebih stabil dan berjangka panjang.

Seiring integrasi keuangan yang lebih luas, pasar modal juga dapat menjadi sarana memperkuat konektivitas ekonomi India–Indonesia dalam kerangka regional dan global, termasuk melalui BRICS dan inisiatif kerja sama keuangan lintas negara berkembang.

Perluasan Perdagangan dan Konektivitas Digital

Berbagai reformasi kebijakan yang dilakukan India mencakup rasionalisasi perpajakan, penyederhanaan regulasi ketenagakerjaan, penguatan ekonomi maritim, serta dukungan terhadap UMKM. India juga mengadopsi pendekatan perdagangan yang lebih terbuka melalui penyelesaian sejumlah perjanjian perdagangan bebas dan pengurangan kebijakan proteksionis.

Di balik dominasi narasi tarif dalam diskursus global, fakta menunjukkan bahwa India merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia, sementara Indonesia tetap menjadi mitra dagang penting bagi India. Penyelesaian revisi Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN–India serta inisiasi pembahasan perjanjian perdagangan bilateral masih menjadi agenda strategis yang perlu dituntaskan bersama.

Kerja Sama Lintas Sektor Menuju Masa Depan

Sejak kunjungan presiden, kerja sama konkret telah berkembang di berbagai sektor strategis, termasuk teknologi digital, kesehatan, integrasi keuangan, energi, ketahanan pangan, pertahanan, pendidikan, dan kebudayaan. Dalam bidang digital dan kecerdasan buatan, Indonesia berperan aktif sebagai ko-ketua Kelompok Kerja Pertumbuhan Ekonomi dan Manfaat Sosial pada AI Impact Summit.

Di sektor kesehatan, kemitraan antara Apollo Hospitals dan Mayapada Hospitals bertujuan menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia. Di bidang pendidikan dan kebudayaan, inisiatif menghadirkan institusi pendidikan kelas dunia tengah dipersiapkan, sementara kerjasama pelestarian warisan budaya mencakup restorasi Candi Prambanan oleh Archaeological Survey of India.

Menapaki Jalan Bersama ke Depan

Berlandaskan visi Developed India 2047 dan Indonesia Emas 2045, India dan Indonesia sebagai Mitra Strategis Komprehensif tidak hanya memperkuat kerja sama yang telah ada, tetapi juga membuka ruang kolaborasi baru di bidang antariksa, pertahanan, mineral kritis, serta pasar keuangan dan modal. Dengan kinerja ekonomi yang solid, komitmen berkelanjutan terhadap reformasi, dan pembangunan yang inklusif, kedua negara berada pada posisi yang kuat untuk menghadapi dinamika geopolitik global secara bersama dengan ketahanan dan keyakinan yang lebih besar.

Artikel ini ditulis oleh Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.