Jaga Momentum Ramadan 2026, BRI Finance Salurkan Pembiayaan yang Terukur dan Berkualitas

by -33 Views

Jakarta, 6 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang periode Ramadan sebagai salah satu momentum penting yang secara historis berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan dana tunai. Kebutuhan konsumsi rumah tangga, persiapan mudik, hingga penguatan modal usaha mikro dan kecil menjelang Hari Raya turut mendorong dinamika permintaan pembiayaan di periode ini.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Pada bulan Ramadan 2026, aktivitas penyaluran pembiayaan berjalan secara normal dengan dinamika yang relatif sejalan dengan pola musiman sebelumnya. Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pasar dan kualitas portofolio pembiayaan. Penyaluran dana tunai dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan profil risiko serta kapasitas pembayaran masing-masing nasabah.”

Dari sisi strategi bisnis, BRI Finance memprioritaskan optimalisasi basis nasabah eksisting yang telah memiliki rekam jejak pembayaran dan profil risiko yang terpantau dengan baik. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga kualitas aset sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan.

Namun demikian, BRI Finance juga tetap membuka ruang ekspansi melalui akuisisi nasabah baru yang potensial. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kanal distribusi, meningkatkan sinergi bersama mitra strategis, serta mengoptimalkan dukungan ekosistem BRI Group guna memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan strategi ekspansi tersebut, BRI Finance pada kuartal 1 di tahun 2026 ini menambah enam kantor cabang baru yang berlokasi di Kudus, Sukabumi, Tegal, Kediri, Mataram, dan Palu. Kehadiran cabang-cabang baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan penetrasi pasar di wilayah potensial, serta mendekatkan akses pembiayaan kepada masyarakat.

“Kami melihat adanya peluang untuk memperluas jangkauan pasar, khususnya di daerah-daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup dinamis. Ekspansi jaringan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan pembiayaan yang semakin mudah diakses,” tambah Wahyudi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan, Wahyudi juga menyoroti potensi tantangan yang perlu diantisipasi, terutama risiko over-leverage akibat lonjakan kebutuhan konsumsi serta potensi tekanan terhadap kualitas kredit. Oleh karena itu, BRI Finance terus memperkuat manajemen risiko melalui penerapan proses seleksi kredit yang lebih disiplin, pemantauan portofolio secara berkala, serta penguatan strategi penagihan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dan data analytics semakin dioptimalkan untuk mendukung proses underwriting yang lebih presisi dan pengelolaan risiko yang adaptif. “Langkah ini diambil agar pertumbuhan pembiayaan tetap terjaga secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memastikan kontribusi BRI Finance dalam mendukung kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat berlangsung secara prudent dan bertanggung jawab,” tutup Wahyudi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES