JAKARTA, 13 Februari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group memperkuat komitmen terhadap kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang baik. Semangat ini hadir melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI yang dilaksanakan beberapa hari lalu di minggu ini. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi risiko di tengah transformasi besar BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara serta pelaksanaan proyek hilirisasi nasional.
Penandatanganan
yang dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara
(Jamdatun) Kejaksaan Agung RI R. Narendra Jatna dan Direktur Utama PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan menjadi momentum penting bagi “KS
Reborn”. Selain aspek legal, pertemuan ini menekankan pentingnya Good
Corporate Governance (GCG) dalam mengelola kegiatan operasional maupun investasi.
Transformasi di Bawah Ekosistem
Danantara
Dalam
sambutannya, Dr. Akbar Djohan menyoroti dinamika baru BUMN pasca terbentuknya
Danantara. Sebagai bagian dari visi “Indonesia Incorporated”,
Krakatau Steel mendapatkan dukungan modal kerja sebesar USD 295 juta dari
Danantara dengan mekanisme yang sangat ketat.
“Dana
ini bukan PMN, melainkan pinjaman modal kerja yang peruntukannya dikunci hanya
untuk pembelian bahan baku pabrik, bukan untuk keperluan lain. Ini adalah
bentuk transparansi dan akuntabilitas yang kami jalankan bersama
Danantara,” tegas Akbar.
Mitigasi Risiko Hukum di Tengah
Transformasi Industri Baja Nasional
Menyadari
kompleksitas transformasi industri baja nasional, Dr. Akbar Djohan memandang
pendampingan hukum profesional sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan
fundamental perusahaan dalam program KS Reborn. Dinamika hukum perdata dan tata
usaha negara yang menyertai aspek bisnis menuntut adanya mitigasi risiko yang
matang.
Menurutnya,
kerja sama dengan Jamdatun memberikan pendampingan hukum dan pendapat hukum yang
diperlukan dalam setiap pengambilan keputusan strategis, guna memastikan
seluruh langkah korporasi sesuai dengan hukum yang berlaku. “Langkah ini akan
meningkatkan kepercayaan investor dan mitra usaha, serta memastikan
transformasi Krakatau Steel berjalan berkelanjutan demi mewujudkan industri
baja nasional yang kompetitif di kancah global,” jelasnya.
Hilirisasi Pasir Besi &
Nikel: Golden Opportunity Menuju Rantai Pasok Strategis Dunia
Hilirisasi
dua komoditas strategis: pasir besi dan nickel ore (pembangunan pabrik
stainless steel) dengan estimasi investasi mencapai Rp30 triliun bukan sekadar
proyek tambahan, melainkan peluang emas (golden opportunity) bagi Krakatau
Steel (KS) untuk melakukan lompatan besar (leapfrogging) dari sekadar produsen
baja konvensional menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri strategis
global.
Sinergi bersama Jamdatun adalah langkah
proaktif perusahaan untuk memastikan setiap milestone investasi strategis ini
tercapai secara akuntabel, sekaligus menetapkan standar praktik tata kelola bagi
keberhasilan proyek strategis BUMN di masa depan.
Integritas sebagai Fondasi
Transformasi
Jamdatun R. Narendra Jatna memberikan pesan kuat
mengenai aspek Attitude sebagai landasan transformasi. Menanggapi hal tersebut,
Akbar Djohan menekankan bahwa kepemimpinan di KS tidak hanya soal kompetensi,
tapi karakter.
“Direksi
digaji oleh rakyat. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
Dengan pengawalan Jamdatun,
kami berkomitmen menjadikan Krakatau Steel sebagai role model BUMN yang dari
sebelumnya dianggap beban, menjadi perusahaan contoh yang on track dan
compliant,” tutup Akbar.
Kepastian Hukum dalam Keputusan
Strategis
Sebagai
bagian dari penguatan internal, acara ini dirangkaikan dengan Sharing Session
mengenai praktik dan implementasi Business Judgment Rule (BJR). Mengacu pada
Perubahan Keempat Undang-Undang BUMN, pemahaman mendalam mengenai BJR memperkuat
perlindungan dan kepercayaan diri bagi manajemen dalam mengambil keputusan
strategis yang berani namun didasarkan pada itikad baik, kehati-hatian dan
kepentingan perseroan.
Melalui
sinergi antara aspek operasional, penguatan karakter, dan kepatuhan hukum, Krakatau
Steel Group terus bergerak maju untuk membuktikan perannya sebagai aset negara
yang sehat, mandiri, dan menjadi kebanggaan bangsa.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES