
REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG — Transformasi digital yang berlangsung di berbagai sektor mendorong kebutuhan sumber daya manusia dengan keterampilan teknologi yang semakin tinggi. Di tengah perubahan tersebut, literasi digital dinilai menjadi salah satu kunci utama bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing dan memperluas peluang karier di masa depan.
Kebutuhan akan talenta digital tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap perkembangan inovasi yang mulai banyak diterapkan dalam industri, mulai dari kecerdasan buatan, blockchain, hingga berbagai sistem digital terdesentralisasi.
Kesadaran akan pentingnya peningkatan kapasitas tersebut terlihat dari tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan edukasi teknologi yang digelar di berbagai kampus. Salah satunya melalui Web3 University Tour 2026 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung.
Program yang digelar Coinvestasi bersama Binance Academy dan BNB Chain tersebut diikuti ratusan mahasiswa yang ingin memperdalam wawasan mengenai perkembangan teknologi digital dan peluang karier di sektor yang tengah berkembang.
Sebanyak 450 mahasiswa mendaftar dalam kegiatan tersebut dan 315 peserta hadir mengikuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Lampung menjadi kota ketiga dalam rangkaian Web3 University Tour 2026 setelah Yogyakarta dan Bandung. Program ini selanjutnya akan berlanjut ke Bali, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Manado.
Head of Community Coinvestasi, Niki Sekar Dewayani, mengatakan mahasiswa perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri digital yang berlangsung sangat cepat.
“Literasi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Semakin cepat mahasiswa memahami perkembangan teknologi, semakin besar peluang mereka untuk beradaptasi dan berkontribusi dalam ekonomi digital yang terus berkembang,” ujar Niki.
Menurut dia, generasi muda perlu melihat perkembangan teknologi bukan sekadar tren, melainkan sebagai peluang untuk membangun kompetensi sekaligus membuka akses terhadap berbagai profesi baru yang terus bermunculan.
Sementara itu, perwakilan Binance Academy, Serli Roisca, menjelaskan bahwa perubahan lanskap industri digital global menghadirkan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman teknologi yang memadai.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa membangun portofolio dan keterampilan sejak masa kuliah agar lebih siap memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Industri digital berkembang sangat cepat dan membuka banyak peluang baru. Karena itu, mahasiswa perlu mulai mengembangkan kemampuan teknis dan membangun portofolio sejak dini agar memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia profesional,” kata Serli.
Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti workshop interaktif yang memperkenalkan berbagai konsep teknologi digital secara langsung. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mempelajari cara kerja smart contract, penggunaan dompet digital (wallet), hingga pengenalan ekosistem decentralized finance (DeFi).
Workshop dipandu oleh dua pengembang dari DevWeb3 Jogja, yakni Yeheskiel Yunus Tame dan Singgih Brilian Tara. Keduanya dikenal aktif dalam berbagai kompetisi pengembangan teknologi tingkat internasional dan membagikan pengalaman mereka dalam membangun proyek digital berbasis teknologi terbaru.
Yeheskiel tercatat pernah meraih juara pertama Mantle Global Hackathon 2025 kategori GameFi, juara pertama Synthesis Agentic AI Hackathon, Top 3 Hedera Hello Future Ascension 2025, serta juara ketiga Onehack 2.0. Sementara Singgih memiliki pengalaman sebagai juara Pharos Hackathon dan U2U Hackathon.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta diberi kesempatan mempresentasikan ide dan inovasi teknologi mereka melalui sesi Cumlaude Web3. Pada kompetisi tersebut, Zhico Apta Pradita berhasil meraih juara pertama melalui gagasan NexusVault. Posisi kedua diraih Stevanus Cahya Anggara dengan konsep DePIN Air Bersih, sedangkan Rizal Kurnia menempati posisi ketiga melalui proyek Secure Agreement Hub (SAH).
Pemenang pertama dari setiap kota nantinya akan mengikuti Final Cumlaude Web3 tingkat nasional. Mereka juga berkesempatan bergabung dalam program Binance Academy Student Ambassador yang menyediakan akses mentoring, jejaring profesional, serta berbagai program pengembangan komunitas teknologi di tingkat regional.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak mahasiswa di berbagai daerah yang memiliki akses terhadap edukasi teknologi dan mampu mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan ekonomi digital yang terus berkembang.









