Jakarta, 30 Desember 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan whitelist pedagang aset digital dan kripto untuk memberikan kepastian hukum bagi
surabayakini.com
BRI Finance Tutup Tahun 2025 Dengan Salurkan Donasi Korban Bencana Alam di Sumatra melalui YBM BRILiaN
Jakarta, 26 Desember 2025 – Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November hingga Desember 2025 menjadi salah satu
Sambut Tahun Baru dengan Karier Baru, BRI Finance Siapkan 500 Kesempatan Profesional
Jakarta, 29 Desember 2025 – Menyambut awal tahun baru 2026, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh dan
Tekan Angka Kecelakaan Pada Masa Nataru 2025/2026, KAI Divre III Gandeng OPKA Sumsel Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan Sebidang
Palembang, 30 Desember 2025 – Masih seringnya pelanggaran yang terjadi di perlintasan sebidang yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas terhadap perjalanan kereta api,
XAU/USD Terkoreksi dari Rekor, Pasar Masuk Fase Konsolidasi
Harga Emas (XAU/USD) global memasuki fase pelemahan pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan signifikan hingga ke level tertinggi sepanjang masa.
Menata Ruang Laut Demi Cerah Masa Depan Bangsa
Sudah pasti ketidakharmonisan, kekacauan karena tumpang tindih akan terjadi.
Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Amehr Hakim mengatakan potensi permasalahan itu bisa muncul dipicu masalah tata ruang laut yang seringkali belum jelas dan tidak dipahami oleh pemangku kepentingan yang memanfaatkan laut.
“Kalau ruang tidak diatur, ditentukan ya tumpang tindih. Ketika itu terjadi berantem terus. Akhirnya karena tidak selesai, semua tidak jalan. Padahal semua sektor ekonomi bagus,” katanya di Surabaya beberapa waktu lalu.
Contoh paling nyata soal ketidakharmonisan ini pernah terjadi di Indonesia. Salah satu contoh nyata terlihat pada kasus pagar laut misterius di Tangerang, Banten yang sempat ramai pada akhir 2024 dan awal 2025 lalu.
Pagar laut membentang sepanjang 30,16 km, mencaplok wilayah pesisir 16 desa di 6 kecamatan di wilayah Tangerang.
Keberadaan pagar laut misterius tersebut sempat mengganggu kehidupan nelayan.
Tercatat 3.888 nelayan dan 502 pembudidaya terdampak keberadaan pagar laut itu.
Imbas pagar laut, nelayan kesulitan mendapatkan tangkapan ikan meski sudah semalaman berlayar di lautan.
Rody (56) misalnya. Nelayan Desa Tanjung Pasir Tangerang menyebut keberadaan pagar laut menghalangi jalur keluar masuk nelayan.
Nelayan hanya diberi akses lewat sekitar 3 meter. Akibatnya tenda kapalnya rusak karena pagar itu.
“Kita minta 10-15 meter tidak diladeni, cuma dikasih 3 meter lebarnya. Kayak kemarin ini kan kapal saya habis tendanya gara-gara pintu terlalu kecil, kesorong ombak, kena ke pagar itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.
21 Juta Ton Barang Terkelola hingga November 2025, KAI Logistik Perkuat Distribusi Logistik Nasional
Hingga November 2025, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan capaian pengelolaan lebih dari 21 juta ton barang. Capaian tersebut mencerminkan peran
Ketika Kreativitas dan Ketekunan Bertemu: Kisah Christina Menyelesaikan Studi di BINUS @Bandung
Jakarta 13 Desember 2025 — Menjadi bagian dari Wisuda 73 BINUS University, Christina, mahasiswa Program Studi Interior Design BINUS @Bandung, resmi menuntaskan
Polisi Buru Anggota Ormas Pelaku Pengusiran Nenek Elina di Surabaya
Surabaya, CNN Indonesia — Polda Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan, pengusiran, dan perobohan rumah seorang nenek,
Tren Wisata Akhir Tahun 2025 Bergeser, Hidden Gems dan Budaya Lokal Makin Diminati
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Liburan akhir tahun 2025 menandai pergeseran signifikan dalam pola wisata nusantara. Wisatawan Indonesia kini semakin gemar mengeksplorasi destinasi yang sebelumnya
