PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kontribusi kepada negara mencapai Rp 1,73 triliun sepanjang 2025 guna mendukung fiskal dan pembangunan nasional.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kontribusi kepada negara mencapai Rp 1,73 triliun sepanjang 2025 guna mendukung fiskal dan pembangunan nasional. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan kontribusi tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group dalam mendukung pembangunan nasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Dukungan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group dalam mendukung pembangunan nasional melalui APBN,” kata Widyaswendra di Surabaya, Rabu (27/5/2026).
Kontribusi tersebut terdiri atas setoran pajak sebesar Rp 1,45 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp 55,59 miliar, serta pembayaran konsesi sebesar Rp 224,5 miliar.
Dari total pajak yang disetorkan, kontribusi terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 485,45 miliar. Selain itu, terdapat kontribusi dari PPh Pasal 25/29 senilai Rp 360,13 miliar dan PPh Pasal 21 sebesar Rp 267,35 miliar.
Widyaswendra mengatakan kontribusi perusahaan kepada negara merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan kewajiban yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia optimistis meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan akan membuat sektor kepelabuhanan terus menjadi salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Efisiensi layanan terminal petikemas juga diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional, mempercepat distribusi barang, memperkuat daya saing ekspor, sekaligus meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.
Hal tersebut diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan nasional tumbuh 8,98 persen secara tahunan pada triwulan IV 2025.
“Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor logistik menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Widyaswendra.
sumber : ANTARA
