Sambut Imlek dan Ramadan, Tokocrypto Luncurkan Fitur Baru untuk Tingkatkan Transaksi Kripto

by -31 Views
banner 468x60

Jakarta, 11 Februari 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren pertumbuhan industri aset kripto nasional terus berlanjut hingga akhir tahun. Hingga Desember 2025, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 20,19 juta orang, meningkat 3,22% dibandingkan posisi November 2025 yang tercatat sebanyak 19,56 juta konsumen.

Dalam keterangan resmi pada Jumat (6/2/2026), OJK juga melaporkan bahwa nilai transaksi aset kripto sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp482,23 triliun. Sementara itu, pada Januari 2026, nilai transaksi kembali mencatat angka Rp29,24 triliun, menunjukkan likuiditas pasar yang masih terjaga meski memasuki awal tahun.

banner 336x280

Namun, secara tahunan (year on year/yoy), nilai transaksi aset kripto pada Januari 2026 mengalami penurunan dibandingkan Januari 2025 yang mencapai Rp44,07 triliun. Dengan demikian, transaksi aset kripto turun sekitar 33,65% dari Rp44,07 triliun menjadi Rp29,24 triliun.

Penurunan ini dinilai tidak terlepas dari kondisi makroekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memicu sentimen risk-off, termasuk arus keluar ETF yang meningkat serta kekhawatiran pengetatan likuiditas global.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan bahwa tekanan pasar semakin besar seiring meningkatnya potensi kebijakan moneter ketat dari Jepang. “Sentimen risk-off tersebut semakin kuat seiring meningkatnya kekhawatiran pengetatan likuiditas global, khususnya setelah Bank of Japan (BOJ) memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan untuk mengendalikan inflasi. Dorongan sejumlah anggota dewan BOJ untuk menaikkan suku bunga memunculkan ekspektasi bahwa langkah itu bisa terjadi secepat April,” ujarnya.

Menurut Calvin, apabila kenaikan suku bunga benar terjadi, maka biaya pendanaan akan meningkat dan pasar akan menghadapi likuiditas yang lebih ketat, sehingga aset berisiko seperti kripto rentan mengalami koreksi.

“Jika benar terjadi, biaya pendanaan akan naik dan likuiditas menjadi lebih ketat, sehingga aset berisiko seperti kripto cenderung lebih rentan mengalami koreksi dan volatilitas tajam,” lanjutnya.

Ia menambahkan, situasi pasar semakin berat karena ketegangan geopolitik global turut memengaruhi arah investasi. “Sentimen negatif turut datang dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik, misalnya peringatan AS kepada warganya untuk segera meninggalkan Iran yang memicu kekhawatiran konflik. Ketegangan seperti ini biasanya mendorong investor berpindah ke aset yang lebih aman,” ujarnya.

Momentum Imlek dan Ramadan, Tokocrypto Dorong Tren Berbagi Kripto

Di tengah kondisi pasar yang masih menantang, Tokocrypto meluncurkan pembaruan fitur untuk mendorong kembali minat transaksi sekaligus memperluas adopsi aset kripto di Indonesia, bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H. Tokocrypto menilai kedua periode ini identik dengan meningkatnya aktivitas belanja dan budaya berbagi, namun tetap menjadi waktu yang relevan bagi masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan berinvestasi dan trading aset digital.

Calvin menegaskan bahwa inovasi produk menjadi langkah konkret untuk menjaga relevansi dan kebutuhan pengguna di tengah dinamika pasar global. “Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir benar-benar ‘babak belur’,” ujar Calvin, seraya menekankan pentingnya menghadirkan fitur yang memudahkan akses serta memperkuat utilitas kripto di aktivitas harian pengguna.

Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Gift Card Tokocrypto, inovasi yang memungkinkan pengguna mengirim aset kripto sebagai hadiah digital tanpa perlu mengetahui alamat wallet penerima, cukup melalui link atau kode yang dapat diklaim oleh siapa saja. Fitur ini tidak membutuhkan alamat wallet, dapat disertai pesan personal, serta cocok dimanfaatkan untuk kebutuhan hadiah, reward, maupun berbagi kripto dalam berbagai momen spesial.

Selain menghadirkan Gift Card, Tokocrypto juga mencatat pertumbuhan deposit melalui Virtual Account BCA, yang disebut menjadi salah satu kontributor terbesar transaksi deposit di platform karena menawarkan proses yang lebih praktis dan nyaman. BCA sebagai salah satu bank dengan basis nasabah terbesar di Indonesia, lebih dari 42 juta rekening aktif per pertengahan 2025, dinilai membantu memperluas jangkauan akses masyarakat ke ekosistem investasi aset kripto.

Pengguna Tokocrypto dapat melakukan deposit melalui berbagai kanal, mulai dari BCA Mobile, MyBCA, KlikBCA, hingga ATM BCA. Tokocrypto mengklaim proses deposit via Virtual Account BCA dapat selesai kurang dari lima menit, bahkan dalam uji coba saldo masuk lebih cepat, yakni kurang dari satu menit dan dapat langsung digunakan untuk transaksi. 

Calvin berharap rangkaian inovasi ini dapat mendorong pertumbuhan transaksi, meningkatkan pengalaman pengguna, serta memperkuat posisi aset kripto sebagai alternatif investasi digital di Indonesia.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.