Seamless Corridor Percepat Proses Kedatangan Jamaah Haji di Surabaya

by -4 Views
banner 468x60


Khofifah: Seamless Corridor percepat layanan debarkasi jamaah haji.

banner 336x280

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi penerapan layanan seamless corridor yang mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian pada kedatangan kloter pertama jamaah haji Debarkasi Surabaya, Senin malam. Layanan ini memungkinkan jamaah untuk tidak perlu mengantre lama setibanya di Tanah Air.

Layanan seamless corridor ini merupakan bagian dari ekosistem digital yang disiapkan oleh pihak imigrasi. “Mereka tidak perlu mengantre, hanya melihat kamera dan iris matanya terbaca tanpa harus dicap paspornya,” ujar Khofifah saat menyambut kedatangan kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya.

Sebagai Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Khofifah menjelaskan bahwa layanan ini sangat memudahkan jamaah, terutama setelah menempuh perjalanan panjang dan menjalani rangkaian ibadah haji. Ia juga menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia menyaksikan layanan keimigrasian yang mampu mempercepat proses pemeriksaan bagi penumpang dalam jumlah besar.

Novianto Sulastono, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, menjelaskan bahwa Immigration Seamless Process Corridor Gate memanfaatkan identifikasi iris mata untuk mencocokkan data penumpang dengan manifes penerbangan. “Melalui pemeriksaan iris mata, data penumpang langsung terbaca. Jadi mereka cukup memegang paspor saja dan data perlintasannya sudah tercatat,” ungkapnya.

Layanan ini terbukti mempercepat proses pemeriksaan, dengan 378 jamaah haji dalam satu penerbangan dapat diproses dalam waktu kurang dari 40 menit. Dibandingkan dengan sistem manual sebelumnya yang membutuhkan dua hingga tiga jam, layanan ini lebih efisien. Tingkat akurasi sistem mencapai 99,9 persen, di mana hanya dua hingga tiga orang dari total 378 jamaah yang tidak terbaca oleh sistem sehingga harus menjalani pemeriksaan secara manual.

Penerapan sistem ini juga membantu pencocokan data penumpang dengan manifes penerbangan, memastikan seluruh jamaah yang masuk ke Indonesia terdata secara akurat. “Di Surabaya ini yang pertama. Sebelumnya sudah berjalan di Soekarno-Hatta dan sekarang diterapkan di Surabaya yang langsung dilakukan di Asrama Haji Surabaya,” tambah Novianto.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara


Advertisement

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.