Tabungan Hari Tua Tersangkut di DSI, Korban Jual Aset untuk Bertahan Hidup

by -12 Views
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Achmad D Pitoyo tak pernah menyangka tabungan hari tua yang dikumpulkannya selama puluhan tahun justru tersangkut di platform pembiayaan syariah PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Ia kini terpaksa menjual aset-aset tersisa untuk biaya hidup di hari tua sekaligus membiayai pendidikan anaknya.

banner 336x280

Sebagai mantan pegawai perbankan, Achmad mengaku tidak asal memilih. Ia mengenal pengelola DSI sejak lama sebagai pelaku bisnis properti yang pernah menjadi nasabahnya.

“Pengelolanya kami kenal, bisnisnya properti, ada jaminan, sudah berizin. Jadi kami percaya,” kata Ketua Paguyuban Lender DSI itu kepada Republika saat ditemui di Kawasan Tebet Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Kepercayaan itu membuat Achmad menempatkan dana secara bertahap hingga mencapai sekitar Rp3,06 miliar. Dana tersebut bukan untuk mengejar keuntungan semata, melainkan menjadi bekal hidup setelah pensiun sekaligus biaya pendidikan anak-anaknya.

Namun, pembayaran yang semula lancar mulai tersendat hingga akhirnya berhenti. Dari total dana yang ditempatkannya, baru sekitar Rp160 juta yang sempat kembali. Sisanya sekitar Rp2,9 miliar masih tertahan. “Harusnya sesuai slogannya pensiun tenang. Sekarang pensiunnya malah tidak tenang,” ujarnya.

Dana yang tak kunjung kembali itu membuat Achmad mengubah banyak rencana. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak kembarnya, ia mulai menjual aset satu per satu.

Motor Harley Davidson miliknya sudah dilepas. Tak lama kemudian, mobil kesayangannya ikut dijual. Kini, ia bersiap menjual aset properti jika keadaan belum juga membaik.

“Kalau masih kurang, ya aset yang ada kami jual. Yang penting kebutuhan keluarga tetap jalan,” ungkapnya.

Cerita serupa dialami Muhammad Munir. Ia mulai menjadi lender DSI pada 2022 sebagai bagian dari persiapan pensiun. Baginya, DSI dipilih bukan semata karena menawarkan imbal hasil, tetapi juga karena merupakan platform pembiayaan syariah yang telah berizin.

“Kami ingin dana pensiun ini aman dan berkah. Orientasinya bukan hanya dunia, tetapi juga akhirat,” ujar pria asal Surabaya tersebut.

Dana itu sedianya dipersiapkan untuk biaya hidup setelah pensiun sekaligus pendidikan anak bungsunya yang masih duduk di bangku SMA. Namun, rencana tersebut berubah setelah dana yang ditempatkan di DSI tak lagi bisa ditarik.

 

 

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.