Telkom AI Center Bali perkuat kapasitas perempuan melalui Women in AI untuk mencetak talenta kreatif berbasis kecerdasan buatan

by -59 Views
banner 468x60

Telkom AI Center of Excellence Bali (Telkom AI Center Bali) melalui program AI Connect menghadirkan Women in AI sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan keterampilan content creation berbasis kecerdasan buatan guna memperkuat kapasitas perempuan, mendorong lahirnya talenta kreatif yang adaptif, serta menyiapkan generasi future ready yang siap bersaing di era transformasi digital.

Telkom AI Center of Excellence Bali (Telkom AI Center Bali) kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong inklusivitas teknologi melalui webinar AI Connect Series bertajuk “Women in AI: Mastering Content Creation Skills for Future-Ready Career” yang digelar secara daring pada Jumat (14/2). Acara ini menjadi wadah edukasi strategis bagi perempuan muda untuk mengambil peran sentral dalam industri kreatif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

banner 336x280

Menjawab Tantangan Industri dan Adaptabilitas

Sesi pertama dibuka oleh Retno Pratiwi, seorang praktisi HR profesional. Dalam paparannya mengenai “Kebutuhan Industri & Kompetensi Talenta”, Retno menekankan bahwa standar rekrutmen saat ini telah bergeser.

“Industri tidak lagi sekadar mencari kandidat dengan keunggulan akademis, melainkan talenta yang adaptif, solutif, dan memiliki growth mindset yang kuat,” ujar Retno.

Ia menggarisbawahi tiga pilar kompetensi utama bagi perempuan di era digital, yakni attitude dan mindset sebagai fondasi untuk terus berkembang, soft skills seperti komunikasi efektif dan berpikir kritis, serta hard skills berupa kecakapan digital dan pemahaman mendalam terhadap sistem kerja industri.

AI sebagai ‘Thinking Partner’ Kreativitas

Melengkapi perspektif teknis, Rachel Septiana, seorang Social Media Manager, membawa peserta mendalami sisi praktis dalam materi “AI Content Creation: From Idea to Execution”. Rachel membedah bagaimana AI dapat diposisikan sebagai rekan berpikir (thinking partner) untuk mendongkrak produktivitas.

Peserta diajak mempraktikkan langsung formula prompt efektif dan penyusunan content planner berbasis AI. “Konten terbaik lahir dari kolaborasi harmonis antara kreativitas manusia dan kecepatan teknologi AI,” jelas Rachel di hadapan para peserta.

Komitmen terhadap Inklusivitas Gender

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan mencerminkan tingginya minat perempuan Indonesia untuk menjadikan AI sebagai alat strategis dalam pengembangan karier. Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead AI Connect Bali, menegaskan bahwa teknologi harus menjadi jembatan kesetaraan.

“Kami ingin mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga bertanggung jawab dan berdampak positif. AI harus menjadi solusi nyata bagi tantangan global, termasuk isu inklusivitas dan kesetaraan gender di dunia digital,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect menambahkan bahwa penguatan kapasitas perempuan di bidang AI merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem talenta digital yang inklusif.

“AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang akses dan kesempatan. Melalui AI Connect, kami ingin memastikan perempuan memiliki ruang, dukungan, dan kompetensi yang memadai untuk menjadi kreator, inovator, bahkan pengambil keputusan di era AI,” ujar Mizan.

Melalui program ini, Telkom AI Center berharap dapat terus menjadi katalisator lahirnya inovator perempuan yang siap membentuk masa depan digital Indonesia yang lebih inklusif, merata, dan berdampak luas.

banner 336x280

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

No More Posts Available.

No more pages to load.