Telkom dan PGN Kerja Sama Siapkan Data Center dengan Energi Rendah Karbon

by -9 Views

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon. Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar-BUMN sekaligus mitra global.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi antara sektor digital dan energi. Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” ujar Bhimo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/4/2026).



Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar-BUMN untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional yang andal dan berkelanjutan. Dian menyampaikan kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub.

“Hal ini sejalan dengan ambisi TelkomGroup untuk menjadi digital infrastructure powerhouse di regional,” ucap Dian.

Di Indonesia, sambung Dian, terdapat lima wilayah strategis pengembangan data center TelkomGroup yang potensial untuk didukung oleh pasokan energi PGN, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Wilayah-wilayah tersebut telah terintegrasi dengan jaringan pipa gas eksisting PGN, sehingga memungkinkan optimalisasi infrastruktur yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan baru.

“Inisiatif ini menjadi langkah konkret kedua belah pihak dalam mendorong pemanfaatan energi hijau (green energy) untuk mendukung operasional green data center berkelanjutan,” ujar Dian.

Dalam kerja sama ini, lanjut Dian, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi, termasuk biomethane, untuk mendukung operasional data center TelkomGroup. Sementara itu, PGN menyediakan pasokan energi tersebut melalui pemanfaatan biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra.

“Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memastikan ketersediaan sumber energi hijau yang andal sebagai faktor kunci pengembangan data center generasi baru yang efisien dan berkelanjutan,” ungkap Dian.

Dian menyampaikan TelkomGroup juga terus memperluas kolaborasi global dalam pengembangan ekosistem green digital infrastructure, salah satunya melalui kemitraan dengan Sembcorp Development Ltd. Melalui entitas data center TelkomGroup, NeutraDC, kerja sama tersebut telah terjalin sejak 2025 dan difokuskan pada eksplorasi integrasi antara infrastruktur digital, platform, serta layanan energi berkelanjutan.

“Kolaborasi global ini mencakup pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung operasional serta kebutuhan pelanggan enterprise,” kata Dian.

Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyoroti peran strategis biomethane sebagai salah satu motor penggerak transformasi bisnis PGN menuju era rendah karbon. Arief mengatakan kolaborasi ini memperkuat posisi PGN dalam pengembangan dan penyediaan energi rendah karbon untuk infrastruktur digital masa depan.

“PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan. Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional,” kata Arief.