Tingkatkan Kesadaran Keselamatan dan Antipelecehan, KAI Daop 9 Jember Edukasi 1.000 Siswa SMAN Kalisat

by -45 Views

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus berkomitmen membangun budaya sadar keselamatan bertransportasi sejak dini. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan “KAI Goes to School” yang digelar di SMA Negeri Kalisat pada Rabu (25/2). Acara ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 1.000 siswa-siswi beserta jajaran guru sekolah setempat.

Jember, 25 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus berkomitmen membangun budaya sadar keselamatan bertransportasi sejak dini. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan “KAI Goes to School” yang digelar di SMA Negeri Kalisat pada Rabu (25/2). Acara ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 1.000 siswa-siswi beserta jajaran guru sekolah setempat.

Kegiatan ini merupakan langkah proaktif KAI Daop 9 untuk menekan angka kecelakaan di jalur kereta api, sekaligus memberikan pemahaman mengenai etika berkomunikasi dan keamanan di fasilitas publik. Materi yang disampaikan meliputi larangan beraktivitas di jalur KA, tata cara melintasi perlintasan sebidang, hingga kampanye antipelecehan seksual di atas kereta api.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa pemilihan SMAN Kalisat sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Lokasi sekolah yang cukup dekat dengan jalur rel aktif menjadikan pemahaman mengenai keselamatan perkeretaapian sebagai hal yang krusial bagi para siswa.

“Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jalur kereta api bukanlah tempat untuk bermain, berfoto, apalagi melakukan aktivitas yang membahayakan perjalanan kereta. Melalui edukasi ini, kami berharap 1.000 siswa SMAN Kalisat yang hadir hari ini dapat menjadi agen perubahan atau ‘Duta Keselamatan’ bagi keluarga dan lingkungan sekitar mereka,” ujar Cahyo Widiantoro di sela-sela kegiatan.

Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Plt. Kepala Sekolah SMAN Kalisat, Dora Indriana, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah KAI yang terjun langsung memberikan edukasi kepada para siswanya. Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan kereta api sangat relevan dengan keseharian siswa yang sering beraktivitas di sekitar stasiun Kalisat.

“Kami sangat berterima kasih kepada KAI Daop 9 Jember yang telah memilih SMAN Kalisat sebagai sasaran edukasi. Pengetahuan mengenai keselamatan di perlintasan sebidang dan kampanye antipelecehan seksual ini sangat berharga bagi anak didik kami. Kami berharap kerja sama ini dapat membentuk karakter siswa yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain di ruang publik,” ungkap Dora Indriana.

Selain fokus pada keselamatan, KAI Daop 9 juga secara tegas menyosialisasikan gerakan antipelecehan seksual. Para siswa diberi pembekalan mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika melihat atau mengalami tindakan pelecehan di transportasi publik. KAI menjamin perlindungan bagi korban dan tidak akan ragu untuk memproses hukum pelaku melalui koordinasi dengan pihak kepolisian.

“KAI berkomitmen menciptakan ruang transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi siapa saja. Kami mengimbau para siswa untuk berani melapor jika melihat tindakan yang melanggar norma susila di stasiun maupun di atas kereta,” tambah Cahyo.

Dalam kesempatan yang sama, KAI juga memperkenalkan kemudahan layanan melalui aplikasi Access by KAI serta memberikan gambaran mengenai profil profesi di perkeretaapian untuk memotivasi para siswa yang ingin berkarier di sektor transportasi setelah lulus nanti.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara instansi pendidikan dan KAI dapat terus terjalin demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan nihil kecelakaan (zero accident).

Artikel ini juga tayang di VRITIMES