REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memastikan langkah efisiensi di berbagai kementerian/lembaga sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi APBN dan APBD 2025 tidak memotong “otot” penggerak pemerintahan. Hasan menjelaskan, efisiensi dilakukan pada hal-hal yang dianggap “lemak” dan memboroskan postur APBN.”Efisiensi yang sesuai arahan presiden Prabowo adalah menghilangkan ‘lemak-lemak’ dalam belanja APBN kita, tapi tidak mengurangi ‘otot’. Tenaga pemerintah dan kemampuan pemerintah tidak akan berkurang karena pengurangan ‘lemak’ ini,” kata Hasan di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Hasan memastikan, ada sejumlah hal yang tidak terpengaruh dari efisiensi APBN di kementerian dan lembaga yang semuanya berhubungan dengan produktivitas serta layanan bagi masyarakat. Dalam hal mendukung produktivitas, kata dia, pemerintah memastikan bahwa gaji pegawai serta layanan dasar prioritas pegawai tidak akan terdampak efisiensi.

Jakarta – Prabowo Subianto bicara soal devide et impera saat dirinya memberikan sambutan di Kongres XVIII Muslimat NU di Jatim Expo, Surabaya,